10 Juta Pelaku Usaha Mikro Dan Kecil Tak Memperoleh Modal Usaha Perbankan

Pelaku usaha di tanah air perlu didorong dan didukung oleh dunia perbankan, karena jumlahnya yang sangat kecil dibandingkan Negara-negara maju lainnya di dunia ini. Apalagi penentuan Negara maju tidaknya sangat tergantung keberadaan jumlah para pelaku usaha. Oleh karenanya, pemerintah dan perbankan hendaknya berjalan seirama mempermudah akses keuangan bank bagi para pelaku usaha agar usaha mereka dapat berkembang. Sebab selama ini, lebih dari sepuluh juta pelaku usaha mikro dan kecil belum mendapatkan akses permodalan dari perbankan.

mm

Sementara itu, tercatat jumlah usaha mikro dan kecil di Indonesia sebanyak 15 juta. Tetapi, hanya tiga sampai empat juta pelaku usaha mikro dan kecil yang difasilitasi permodalan keuangannya oleh perbankan. Sedangkan sisanya yang mayoritas masih belum mendapatkan akses permodalan dari bank. Memang, pelaku usaha mikro dan kecil (mass market) jarang dilirik oleh pihak perbankan untuk difasilitasi permodalan keuangannya karena berbagai pertimbangan. Salah satunya karena ketiadaan jaminan.

Atas hal tersebut, pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia (BI) sempat mengeluarkan protes keras kepada dunia perbankan di tanah air. Sebab selama ini pelaku usaha mikro dan kecil (mass market) di Indonesia banyak yang belum mendapatkan akses keuangan dan permodalan dari pihak perbankan.

Namun, sejumlah bank mulai melihat pelaku usaha kecil dan mikro yang belum mendapatkan akses perbankan sebagai sebuah potensi usaha. Misalnya, Bank BTPN telah memfokuskan diri untuk menggarap para pelaku segmen itu. Tercatat lebih dari 2,5 juta pelaku usaha mikro dan kecil telah dilayani Bank BTPN dengan jaringan 1.200 kantor di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut hasil laporan Bank BTPN, kepatuhan membayar debitur pelaku usaha mikro dan kecil di tanah air sangat tinggi mencapai 99,8%. Pendek kata, Bank BTPN jarang mengalami kredit macet dari pelaku usaha mikro dan kecil. Pada akhirnya, keseriusan target Bank tersebut menggarap segmen para pelaku usaha mass market, disusul sejumlah bank lainnya.

Pelaku usaha mikro dan kecil, bukan hanya membutuhkan akses permodalan dari perbankan. Namun juga, membutuhkan akses pendidikan dan pelatihan pengembangan usaha serta pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Untuk mewujudkannya, BTPN telah menawarkan kerjasama kepada seluruh penabung untuk memberdayakan pelaku usaha mikro dan kecil melalui program Sahabat Daya.

Program Sahabat Daya telah dimulai sejak 2011. Melalui program ini, nasabah penabung dapat ikut menjadi relawan dengan berbagi ilmu pengetahuan dan berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha mikro dan kecil. Salah satu relawan Sahabat Daya adalah Harri Mulyana, pemilik usaha Jasa Kurir CPA Express. Ia menyatakan tertarik menjadi relawan karena ingin menyinergikan antara bisnis dan sosial. Menurutnya, perjalanan jatuh bangun dalam menjalankan usahanya, membuat ia terpanggil menjadi relawan Program Sahabat Daya dengan memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di tanah air.

Incoming search terms:

sahabat usaha mikro - jenis usaha sahabat daya - kandang ayam petelur - pendamping permodalan bank - ukuran dan bentuk kandang ayam kampung - usaha dengan modal 10 juta - usaha modal 15juta -
loading...
10 Juta Pelaku Usaha Mikro Dan Kecil Tak Memperoleh Modal Usaha Perbankan | author | 4.5